10 Unsur Penting Smart City

Monday, June 1, 2015
Smart City (Gambar dari fastcoexist)

Sekarang banyak kota yang memproklamirkan dirinya sebagai Smart City atau Kota Cerdas. Seperti kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia. Tetapi masyarakat awam belum mengetahui apa sebenarnya Smart City. Apakah kota pintar tersebut banyak menggunakan teknologi canggih atau masyarakatnya yang pintar. 

Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas yang membantu masyarakatnya dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga.

Smart City dapat disimpulkan bahwa memanfaatkan sumber informasi dan menggunakan teknologi yang canggih untuk mempermudah kehidupan dan mensejahterakan warganya. 

Smart City memiliki tiga faktor penting yakni city atau kota, government atau pemerintah, dan citizen (warganya). Saat ini banyak para pemimpin dan dibantu para ahli di Indonesia sedang mengembangkan yang namanya Smart City. Mulai dari pembuatan aplikasi untuk Smart City, pengembangan Smart Society hingga menjabarkan elemen dari Smart City. 

Smart Society adalah masyarakat yang menggunakan ICT (Information Comunication and Technology) sehingga semua pekerjaan mereka lebih cepat, lebih efektif, lebih sehat, lebih aman, ramah lingkungan, serta industri dan ekonominya menjadi maju. 

Berikut 10 Unsur Penting dari Smart City : 
  1. Building (bangunan atau gedung). Gedung atau bangunan di suatu kota bisa dikatakan cerdas jika memiliki perencanaan yang matang dari mulai tata ruang kota, konstruksinya pemanfaatan air, saluran air, sampah hingga pembuangan limbahnya. 
  2. Home (Rumah). Rumah yang ada di suatu kota cerdas memiliki beberapa syarat diantaranya rumah tersebut harus sehat artinya cukup sinar matahari dan ventilasi, dan pembuangan air yang baik. Selain itu smart city harus bisa mencari sumber daya alternatif seperti menggunakan tenaga matahari, tenaga angin, dan lainnya. Rumah di kota cerdas sudah terintegrasi kepolisian, dan pemerintahan. 
  3. Factory (Pabrik). Suatu kota yang cerdas pasti memiliki pabrik, tetapi pabrik yang berdiri di kota tersebut harus memanfaatkan dan bermanfaat untuk warganya. Pabrik yang hadir di kota tersebut juga harus memiliki AMDAL atau Analisa Mengenai Dampak Lingkungan. Mengikuti program Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sudah ditentukan dan program-program lainnya. 
  4. Transportation (Transportasi). Kota yang cerdas juga harus memiliki transportasi yang memadai agar warganya tidak kesulitan dalam melakukan aktivitasnya. Masalah kemacetan sudah menjadi momok menakutkan terutama di kota-kota besar, terkadang seperti di kota besar seperti di Jakarta permasalahan ini cukup pelik. Oleh sebab itu banyak perusahaan yang memanfaatkan informasi lalu lintas dari berbagai situs untuk mengecek kemacetan sebelum berangkat ke suatu tempat. 
  5. School (Sekolah atau Perguruan Tinggi). Sekolah dan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan untuk menciptakan kota yang cerdas. Para pelajarnya dituntut untuk memberikan kontribusi yang positif untuk kotanya. Bukan menjadi pelajar atau mahasiswa yang sering tawuran. Tetapi mereka diharapkan memberikan hal-hal yang positif untuk kotanya. 
  6. Store (Mall). Mall atau pusat belanja di daerah perkotaan sangat banyak tetapi pemerintah harus bisa mengaturnya agar pasar tradisional dan toko-toko kecil tetap hidup dan berkembang ditengah gempuran mall-mall besar. 
  7. Billboard (Papan Reklame). Papan reklame yang ada saat ini terkadang mengganggu aktivitas pengguna jalan bahkan hingga menyebabkan bencana bagi orang lain. Kota cerdas tidak akan membuat billboard yang membahayakan orang lain, tetapi membuat kota tersebut lebih menarik dan enak di pandang mata. 
  8. Navigation (Navigasi). Jika ada pendatang dari daerah lain, kota cerdas sudah menyiapkan peta digital yang di dalamnya berisi berbagai data seperti lokasi bank, SPBU, ATM bahkan di dalamnya berisi informasi mengenai banjir dan lain sebagainya. 
  9. Society (masyarakat). Kota yang cerdas tentu ditunjang dengan masyarakat yang cerdas. Oleh sebab itu perlu kerjasama dan peran aktif dari masyarakat agar kota tersebut layak disebut kota cerdas. Diantaranya dengan memberikan informasi mengenai lalulintas, tindakan kriminal yang dilihatnya untuk diinformasikan kepada kepolisian dan lain sebagainya. 
  10. Media. Elemen terakhir adalah media, media juga sangat berperan aktif dalam menciptakan kota cerdas. Media harus bisa membantu program pemerintah dan warganya jika ada permasalahan agar semuanya bisa diselesaikan dengan baik. 
Bisakah Indramayu menjadi Smart City di Jawa Barat?. Hanya warga dan pemerrintahnya yang bisa melakukannya.

0 komentar:

Post a Comment test