-->


Menyewa atau rental mobil ternyata memiliki dua jenis, yaitu rental mobil lepas kunci atau mobilnya saja, dan rental mobil dengan sopir. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan atau keuntungan. Akan tetapi, ternyata keuntungan rental mobil dengan sopir ini masih jarang diketahui. Mengendarai mobil rental memang cukup nyaman, sebab mobil tersebut tentu dirawat dengan baik. Kemudian, dengan menggunakan sopir ketika rental mobil, kenyamanan yang Anda dapatkan akan meningkat.

8:00 AM


Hari ini Sabtu tanggal 6 Agustus 2022 Indramayu dinobatkan sebagai juara umum di ajang Penganugerahaan Tantangan Literasi GLN Gareulis Jawa Barat yang diadakan di Gedung Youth Centre Arcamanik, jalan Pacuan Kuda No. 140 Sukamiskin Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat. 

5:46 PM



Sumur Production kembali merilis film berbahasa Indramayu dengan judul Jadah. Film yang mengangkat cerita seorang anak haram yang mencari jati dirinya. 

7:56 PM

 Ilustrasi sinden kidung pengantin. Sumber: Harian Jogja

 

Naskah kidung pengantin dalam artikel ini dibaca saat pengantin laki-laki dan perempuan sedang sungkem ke orang tua dan mertuanya. Pembacaan kidung ini dilakukan sebagai bagian dari tata cara upacara adat pernikahan Indramayu.

Naskah Kidung Penganten

Oleh: Dasma Adiwijaya


Bismillahi sun amuji
Anyebut asmané Allah
Ingkang welas asih reko
Kang ngatur begja cilaka
Jodo pati lan gesang
Sapunika kula nyuwun
Paring rakhmat berkah mulya

Kekalih dados sawiji
Kinudang raja sedina
Ki Pengantén, Nyi Pengantén
Rinestuan ibu rama
Sanak warga sedaya
Maringan pangestunipun
Mugya urip bahagia

Dén suwun mugya pinasti
Lir Ratih lan Kamajaya
Pinaringan anak saléh
Mituhua mring agama
Jejodon kang Sakinah
Tresnanira pan tumuju
Mawadatan wa rokhmatan

Sinarengan widi gusti
Dadi kluarga kang sentosa
Tumeka ing kakén ninén
Niskala sakéng durbala
Kalis déning dursila
Pinayung slamet rahayu
Tumeka ing akhir jaman

(Asmarandana)
Indramayu, 20 Oktober 2007

Sekilas makna mengenai kidung ini adalah sebagai doa dan restu dari orang tua kepada pengantin. Adapun mengenai tata cara upacara adat pernikahan Indramayu, bisa dibaca di tautan berikut, (KLIK DI SINI).
---

DISCLAIMER: informasi naskah kidung ini didapat dari hasil wawancara dengan Wangi Indriya, Pimpinan Sanggar Mulya Bhakti, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu pada Rabu, 8 Juni 2022 pukul 9.30-11.30 WIB. Tulisan ini tidak menjelaskan bahwa semua tata cara upacara adat pernikahan di Indramayu, Jawa Barat, memakai teks kidung ini, mungkin masih ada daerah lain di Indramayu yang menggunakan naskah berbeda.

10:33 AM

Ilustrasi baju pernikahan berwarna putih Rizky Billar dan Lesti Kejora. Sumber: Instagram @rizkybillar



Mari mempelajari tata cara upacara adat pernikahan yang ada di kawasan Indramayu, Jawa Barat. Informasi ini bisa menjadi pengetahuan atau referensi Anda yang ingin menggelar pernikahan dengan mengikutsertakan upacara adat di dalamnya.

Sebelum menuju tata caranya, ada sejumlah ketentuan yang mesti diperhatikan pihak kedua pengantin maupun keluarganya masing-masing yakni berkaitan dengan pasrahan dan penentuan tanggal akad nikah dan resepsi.

Terkait pasrahan, pihak laki-laki wajib menyiapkan ranjang, meja, kursi, lemari, dipan, kursi tamu, atau harta benda fisik yang nanti akan dipakai. Sedangkan pihak perempuan bisa menyiapkan kasur dan bantual, kelambu, serta peralatan dapur.

Untuk tanggal akad nikah dan resepsi, keduanya ditentukan berdasarkan pengantin perempuan, itu artinya hendaknya tanggal itu baik bagi pihak pengantin perempuan termasuk dengan waktu pelaksanaannya. Contohnya jika akad nikah digelar di tanggal 5 Maret jam 10.00, maka pelaksanaannya harus tepat di waktu tersebut. Ketentuan ini dibuat berdasarkan sebuah perhitungan.

Biasanya kegiatan akad nikah dibedakan tanggalnya dengan resepsi. Setelah menikah nanti, pengantin laki-laki bisa tinggal di kediaman pengantin perempuan hanya 1 pekan setelah resepsi, setelah itu ia membawa istri ke kediaman laki-laki.

Tata cara upacara adat pernikahan Indramayu

Berikut tata caranya yang bisa disimak:

1.    Membasuh kaki suami sepulang akad nikah

Akad nikah tidak digelar di kediaman perempuan, melainkan di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Sepulang dari sana, pengantin perempuan membasuh kaki suami di tengah-tengah pintu depan rumah. Kaki suami dibasuh di atas alas yang terdiri atas bokor, welirah (bagian dari alat tenun) dan bahan lainnya dengan menggunakan air kembang.

Tujuannya agar sebagai simbol perempuan berbakti kepada suami, juga untuk menyambut sang suami yang akan menjadi keluarga baru.

2.    Jam 4 pagi di hari H resepsi, pengantin datang ke orang tua suami

Hari H resepsi pun tiba. Jam 4 pagi di hari itu, suami dan istri yang sudah sah datang ke orang tua laki-laki untuk memandikan mereka. Sang suami memanggul air untuk memandikan ayahnya, istri membawa bakul air untuk memandikan ibu mertuanya. Setelah itu, mereka melaksanakan salat subuh berjemaah.

Tujuannya sebagai bentuk bakti anak yang terakhir untuk orang tuanya, memanjakan orang tua untuk terakhir kalinya sebelum mereka berumahtangga. Hal ini sedikit berbeda dengan adat Jawa di kawasan Jawa Tengah (Solo) dan Yogyakarta pada umumnya, di sana justru pengantin yang dimandikan orang tuanya sebagai simbol memanjakan anak untuk terakhir kali.

3.    Suami mengantar istri ke lokasi hajat (kediaman perempuan)

Setelah suami mengantar istri, ia kembali lagi ke rumah orang tuanya untuk dimandikan orang tuanya. Begitu juga dengan datangnya istri di rumah yakni untuk dimandikan oleh orang tuanya sendiri. Tujuannya yakni sebagai wujud memanjakan anak untuk terakhir kali.

4.    Suami dan rombongan datang ke lokasi hajat

Suami diarak oleh keluarga dan kerabatnya ke lokasi hajat dengan menaiki kuda, sedangkan para pengiringnya berjalan kaki.

5.    Pengantin sungkem ke orang tua dan mertua

Sebelum sungkem, pengantin menyiapkan 4 setel pakaian lengkap, 2 untuk ayah dan mertua laki-laki, contohnya berisi peci, topi, sarung, celana panjang, kemeja, kaos, jas, pakaian dalam, sandal, sepatu, dan sebagainya untuk melengkapi. Sedangkan 2 setelan lainnya untuk ibu dan mertua perempuan juga harus lengkap. Di sisi lain, orang tua dan mertua masing-masing harus menyiapkan uang pengganti dengan nominal minimal setara dengan 1 setel pakaian tersebut.

Setelah disiapkan, pengantin laki-laki sungkem ke ayah, pengantin perempuan sungkem ke ibu mertua, setelahnya lalu memberikan masing-masing 1 setel pakaian ke mereka. Begitu pun sebaliknya saat setelah pengantin laki-laki sungkem ke ayah mertua dan pengantin perempuan sungkem ke ibunya. Kegiatan ini diiringi kidung pengantin yang teksnya bisa didapat di tautan berikut. (KLIK DI SINI)

Makna tahap ini adalah orang tua dan mertua memberikan uang itu sebagai modal untuk anaknya mengarungi bahtera rumah tangga, sedangkan sang anak memberikan 4 setel pakaian itu sebagai wujud baktinya kepada orang tua.

6.    Pengantin makan nasi ketan kuning

Saat hadirin dan tamu undangan makan di tempat yang disediakan, pengantin makan nasi ketan kuning di ranjang pengantin, saling suap menyuap. nasi ketan kuning itu dicampur dengan banyak makanan seperti daun gemblak, daun turi, labu putin, sedikit ayam, kukusan daun pace, ketan, dodol merah, ketan putu, dan banyak lagi dalam jumlah sedikit.

Adapun maksudnya adalah karena nasi ketan itu lengket dan kuat melekat, diharapkan ikatan pernikahan nanti juga akan kuat, turi menandakan sehidup semati, sedikitnya bahan-bahan itu diartikan sebagai simbol hidup bersama.

Sebagai catatan, saat resepsi berlangsung, ranjang pengantin dijaga oleh nenek-nenek atau anggota keluarga yang sudah sepuh. Di atasnya ditaruh ayam hidup, anak ayam (pitik) hidup, kelapa, beras, gula, dan sebagainya.

7.    Témo

Témo adalah kegiatan serupa sawéran untuk pengantin. Masing-masing pengantin berada pada posisi berjauhan menghadap sebuah wadah tempat uang yang akan diberikan hadirin dan tamu undangan. Témo dimulai saat kidung dinyanyikan sinden. Setelah selesai, uang dari wadah berbeda itu dimasukkan ke satu wadah, lalu pengantin berebut mendapatkan yang paling banyak.

Simbol ini menandakan jika pihak pengantin laki-laki yang mendapat uang terbanyak, ia dipercaya akan bisa mencari uang lebih banyak dari pengantin perempuan, begitu juga sebaliknya.

Adat istiadat pernikahan dalam 7 tahap berikut dilaksanakan di Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Ada perbedaan dengan yang diterapkan di Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu yakni sebelum sungkem (no 5), pengantin laki-laki menginjak telur, lalu kakinya dibasuh perempuan, sebagai gantinya sang suami menyisir rambut perempuan.

Maknanya yakni sebagai bakti perempuan kepada laki-laki, juga wujud mengayomi dari laki-laki ke perempuan. Di suatu desa di Indramayu, bahkan ada yang mewajibkan perempuan untuk meminum air tempat kaki suaminya dibasuh tersebut.

Terkait dengan pakaian, pada upacara adat pernikahan di Indramayu, biasanya laki-laki dan perempuan memakai baju putih yang bermakna kesucian, sama dengan yang digunakan Keraton Cirebon karena masih ada pengaruh dari sana. Hal ini tentu berbeda dengan Jawa di Solo dan Yogyakarta yang biasanya pengantin memakai pakaian hitam.

---

DISCLAIMER: tulisan ini adalah hasil wawancara dengan Wangi Indriya, Pimpinan Sanggar Mulya Bhakti, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu pada Rabu, 8 Juni 2022 pukul 9.30-11.30 WIB. Tulisan ini tidak menjelaskan secara keseluruhan tata cara upacara adat pernikahan di Indramayu, Jawa Barat, masih ada tahap lain yang masih perlu digali, ada perbedaan di antara sejumlah desa di Indramayu.

10:27 AM

KH Syakur Yasin (Sumber: Tangkapan layar YouTube KH Buya Syakur Yasin MA


Ulama asal Indramayu, KH Abdul Syakur Yasin, memberikan nasihat tentang tawadu ke para jemaah pengajian rutinnya pada Minggu, 22 Mei 2022.
 

Buya Syakur memberikan nasihatnya tersebut saat menanggapi pertanyaan salah satu jemaah pengajian Fathur Rabbani yang disiarkan di kanal YouTube KH Buya Syakur Yasin MA.
 

Kiai yang dikenal dengan Buya Syakur itu menyatakan bahwa sikap tawadu yang kita butuhkan tersebut bermakna perasaan merendahkan hati, bukan merasa hina atas dirinya sendiri.
 

“Tawadu itu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, jadi ketika kita mengalami kegamangan untuk memposisikan diri kita di tengah masyarakat, bahwa saya ini di level ke berapa sehingga ketika mencari tempat duduk pun, jangan malu untuk bertanya kepada penerima tamu.
 

“Jangan asal duduk apalagi di acara yang pakai protokoler. Tempat duduk sudah diatur, kita jangan dulu ambil tempat duduk, kan malu kalau diusir. Tawadu itu diperlukan (di situ),” katanya.
 

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Cadangpinggan Indramayu tersebut, orang dengan sikap tawadu memiliki keindahan tersendiri.
 

“Ketika saya meminta kepada seorang perempuan untuk bikin sambal goreng karena kita punya hajatan. Dia mengatakan, "Buya, saya ini orang kampung, bukan ahli masak, saya nggak yakin masakan saya sedap. Tapi kalau nggak enak, jangan marah ya". Ternyata masakannya nggak enak, tidak bisa saya salahkan,” tuturnya.

 

“Tapi kalau sikapnya sombong, ternyata (masakannya) nggak enak, tercela nggak? Jadi tidak salah orang tawadu itu. Tetapi di sini sering kali kita tidak sadar, dikiranya kita ini merasa sudah tawadu, ternyata tidak, masih dalam kepura-puraan,” katanya.
 

Berkaitan dengan salah satu sikap terpuji itu, Buya Syakur menekankan agar kita benar-benar mengamalkan tawadu tersebut, bukan pura-pura mempraktikannya.
 

Dalam mengakhiri nasihatnya, ia menekankan agar kita mempraktikkan sikap itu kepada semua orang tanpa memandang status sosial ataupun gelar.
 

“Tawadu itu bukan kepada orang di atas, tetapi kepada semua tingkatan manusia. Mau gembel, mau orang kaya, nggak ada urusan, kita bertawadu,” ujarnya.

6:17 PM
Pemenang Film Pendek Jenjang SMP


Hari ini Kamis 19 Mei 2022 Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A  menyerahan hadiah dan tropi untuk pemenang lomba Festival Film Pendek Guru Kreatif yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Indramayu dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022. 

8:23 PM

Tokoh

Informasi

Wisata

Agenda Indramayu