-->


Untuk Anda yang ada di  Indramayu dan sekitarnya dan tidak ada kemana-mana, ada acara menarik nih pada Hari Sabtu tanggal 28 Nopember 2020. Acaranya diberi nama Smaradharmayu

6:04 AM

 

Sosialisasi GLN Gareulis Indramayu (Dok. Lilis Yuningsih)

Sedih rasanya ketika Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal literasi dan membaca. Dari 1000 orang hanya 1-2 orang yang membaca buku. Oleh karena itu para pegiat literasi di Indramayu berusaha untuk mendongkrak peringkat Indonesia agar lebih baik di tahun-tahun yang akan datang dengan memperkenalkan GLN (Gerakan Literasi Nasional) Gareulis.    

9:53 PM
Instagram Dinda Kirana


Sebenarnya banyak para pejabat, dan pesohor negeri ini yang berasal atau keturunan dari Indramayu. Dari mulai pejabat negara, politikus, komedian hingga artis yang setiap hari malang melintang di televisi atau perfilman. 

Selain penyanyi Iis Dahlia dan komedian Komar, sebenarnya ada artis-artis yang memiliki keturunan dari Indramayu. Entah itu keturunan dari ibunya atau bapaknya. Berikut ini artis-artis keturunan dari Indramayu :    

Dinda Kirana (Instagram)


1. Dinda Kirana
Dinda Kirana Sukmawati sebenarnya dia lahir di Tasikmalaya 30 April 1995 yang lalu, dia adalah seorang aktris yang dikenal luas melalui sinetron Kepompong dan aktingnya di berbagai FTV (Film Televisi) yang sering tayang di stasiun televisi SCTV.

Selain dikenal dalam sinetron Kepompong, Dinda Kirana juga membintangi beberapa sinetron seperti Ulat Kepompong, Pesantren & Rock n' Roll, Tiba-tiba Cinta, Detak Cinta, Putri Pete, Jagoan Wushu, Elif Indonesia, Anugrah Ilahi, Aku Jatuh Cinta, dan lain-lain.  

Orang tua Dinda Kirana ibu bernama Lia Priatiningsih dari Tasikmalaya dan bapaknya bernama Sumardi berasal dari  Desa Puntang Kecamatan Losarang kabupaten Indramayu. Saat ini bapaknya mengelola usaha cuci motor dan mobil di daerah Puntang. 

Berikut akun media sosial Dinda Kirana : https://www.instagram.com/dindakirana.s 




2. Stefhanie Zamora Husen 

Stefhanie Zamora Husen atau dikenal dengan sapaan Steffi ini merupakan anak pasangan Michael Stotzel dan Sapna Husen. Gadis berdarah Jerman-Indonesia ini mewarisi wajah bule dari ayahnya. 


Artis ini sebenarnya kelahiran Jakarta, 15 Desember 2000 tapi ibunya yakni Sapna Husen berasal dari Desa Wanguk Blok Bunut Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu. 


Keluarga Stefhanie Zamora (Dok. IDN Times)


Beberapa film layar lebar telah dibintangi oleh Stefhanie Zamora diantaranya Tiga Sekawan, Ghost, Bluebell, Alas Pati, 13 The Haunted, Dilan 1991, Uka-uka the Movie, Koboy Kampus, Kembalinya Anak Iblis, Danus 3, Lampor, dan Milea : Suara dari Dilan. Sinetronnya Hanya Kamu 2, Semua Sayang Eneng, Aisyah Putri The Series, Rain The Series, Tarzan dan Zaenab, Pondok Pak Cus, dan Get Married.   


Berikut akun media sosial Stefhanie Zamora Husen dan ibunya : 



Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Jadikan kita bangga dengan tempat kelahiran atau keturunan dari Indramayu. Jangan malu dengan Indramayu.  

9:21 AM

 


Cinema Indramayu Kembali mengangkat film-film bertemakan tradisi, legenda atau cerita rakyat, seni budaya, dan tokoh-tokoh dari Indramayu. Episode ketiga kali ini mengangkat tema tradisi “Jaringan” atau “Pasar Jodoh”. 


Tradisi Jaringan atau Pasar Jodoh hanya ada di Desa Parean Girang, Parean Ilir Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Setiap malam bulan Purnama atau dari tanggal 7 – 17 bulan Hijriah atau penanggalan Jawa. 


Baca Juga : Pasar Jodoh (Jaringan) Parean Kandanghaur Indramayu 


Tapi tradisi ini sudah tidak ada lagi karena ada pergeseran budaya dan kemajuan teknologi. Semua akan dibahas di film “Pasar Jodoh Jaringan” yang diperankan oleh Baim (Bayu Kurniawan), Komeng (Komara). Kali ini ada pemeran lain yakni Anisa dan Sri Nuraeni (Ibunya Baim).  


Film kali ini mengangkat cerita Baim yang belum saja mendapatkan jodoh, sedangkan ibunya berharap Baim segera menikah karena ibunya sudah merindukan menimbang cucu. Ketika Baim sedang melamun datanglah teman akrabnya Komeng. 


Ketika mendengar curhatan Baim, Komeng memberikan saran bagaimana kalau ikut dia pada malam bulan Purnama ke Parean untuk mengikuti acara Jaringan atau Pasar Jodoh. Karena tetangganya ada yang sukses mengikuti acara tersebut dan menikah hingga sekarang. 


Karena Baim tertarik untuk segera mendapatkan jodoh, akhirnya mereka berdua menuju ke Parean untuk mengikuti Pasar Jodoh atau Jaringan. Sesampainya di Alun-alun Parean Girang, Baim dan Komeng melihat seorang wanita cantik sedang berjalan di Pasar Parean tersebut. Akhirnya Baim berkenalan dengan wanita tersebut dengan menggunakan wangsalan atau pantun. Ketika sedang merayu tiba-tiba datang seseorang. Kelanjutannya nanti di filmnya saja ya.. 


Film dokumenter series ini selalu menghadirkan nara sumber yang berkompeten dengan sejarah Pasar Jodoh yakni Bapak Sukadi Kuwu Desa Bulak Kecamatan Kandanghaur, Bapak Yanto yang mendapatkan jodoh dari Jaringan, Ki Tarka (Budayawan), dan  Bapak Sodana (Warga Parean). 


Seting lokasi untuk pengambilan gambar dalam film ini adalah Alun-alun Parean, Pesawahan Plawangan, Gabuswetan sebagai bagian untuk memperkenalkan Indramayu kepada masyarakat luas.   


Dalam film ini akan dibahas sejarah yang melatarbelakangi Pasar Jodoh atau jaringan. Kenapa Pasar Jodoh tidak ada lagi diadakan. Semua akan dibahas dalam film Pasar Jodoh atau Jaringan


Bagi Anda yang ingin melihat cuplikasi Film Pasar Jodoh atau Jaringan karya Cinema Indramayu silakan tonton dulu Official Trailer Pasar Jodoh Jaringan : 




Berikut film dokudrama Pasar Jodoh (Jaringan) selamat menonton : 

9:37 PM

Sumber : Diskominfo Indramayu


Agenda Hari Jadi Indramayu Ke-493  - Kabupaten Indramayu tahun ini berusia 493 Tahun. Biasanya berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Indramayu tersebut. 


Baca Juga : Agenda Hari Jadi Indramayu Ke-491 


Tetapi karena tahun ini karena sedang pandemi Covid-19 dan kabupaten Indramayu masih dalam zona oranye maka kegiatan yang melibatkan kerumuman orang banyak seperti Festival Tjimanoek, pameran pembangunan, pameran pendidik dan berbagai aktrasi seni budaya yang biasanya diadakan setiap tahun sekali, tahun ini ditiadakan. 


Berbagai kegitan tersebut diganti dengan kegiatan religi atau keagamaan, Berikut Agenda Hari Jadi Indramayu 


Pelepasan Kirab Pusaka 

Hari     : Selasa 

Tanggal  : 22 September 2020

Pukul    : 07.30 - 22.00 WIB 

Tempat   : Halaman Pendopo


Ziarah Leluhur Dermayu

Hari      : Senin

Tanggal   : 5 Oktober 2020

Pukul     : 08.00 WIB - Selesai

Tempat    : Makam Radem Bagus Arya Wiralodra


Khotmil Qur'an (Sema'an)

Hari      : Selasa

Tanggal   : 6 Oktober 2020

Pukul     : 08.30 WIB - Selesai

Tempat    : Pendopo Indramayu


Khotmil Qur'an (Serentak) di seluruh Masjid Indramayu

Hari      : Selasa

Tanggal   : 6 Oktober 2020

Pukul     : 19.30 WIB - Selesai

Tempat    : Seluruh Masjid se-kab Indramayu



Kirab Tunggul

Hari      : Rabu

Tanggal   : 7 Oktober 2020

Pukul     : 08.30 - 08.45 WIB

Tempat    : Start Halaman Pendopo 


Sidang Paripurna Istimewa

Hari      : Rabu

Tanggal   : 7 Oktober 2020

Pukul     : 09.00 WIB - Selesai

Tempat    : Gedung DPRD Indramayu 


Kreatifitas dan hafalan para santri rumah tahfidz 

Hari      : Kamis

Tanggal   : 8 Oktober 2020

Pukul     : 09.00 - 12.00 WIB

Tempat    : Pendopo Indramayu 


Dzikir dan Do'a

Hari      : Kamis

Tanggal   : 8 Oktober 2020

Pukul     : 09.00 - 12.00 WIB

Tempat    : Ruang Dalam Pendopo Indramayu   


Semoga informasi ini bermanfaat bagi masyarakat Indramayu semuanya. 
6:40 PM


Setiap orang hidup di dunia tentu memiliki harapan dan cita-cita. Memiliki rumah yang lengkap dengan perabotannya, tanah, sawah atau kebun, kendaraan untuk transportasi dan prestise, dan uang yang cukup mungkin menjadi salah satu tujuannya. 


Tetapi tentu untuk meraihnya tidak semudah yang dibayangkan dan dicita-citakan karena harus melalui proses dan usaha yang keras terlebih dahulu, kecuali mereka yang memiliki orang tua konglomerat dengan kekayaan yang berlimpah. Tidak usah bekerja keras pun akan bisa menikmati kekayaan dari orang tuanya. 


Ada berbagai cara untuk mendapatkan uang, baik untuk membeli segala kebutuhan seperti rumah, mobil, atau segala kebutuhan lainnya. Ada yang dengan cara bisnis atau usaha, bekerja pada orang lain, atau cara lainnya.  


Tetapi terkadang setelah memiliki uang, banyak orang yang tidak bisa mengelolanya dengan baik. Sehingga uang yang sudah didapatkan dengan susah tersebut habis untuk membeli barang-barang yang kurang bermanfaat atau digunakan untuk foya-foya. 


Bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik?. Caranya adalah dengan mengatur atau manage keuangan dengan baik. Seperti membuat perencanaan yang matang, mencatat pengeluaran dan pemasukan dengan baik, serta jika ada kelebihan dana maka sebaiknya uang tersebut ditabungkan untuk kebutuhan mendesak, atau membantu orang lain yang membutuhkan pendanaan dengan imbal hasil yang menarik. 


Kini ada cara yang praktis untuk membantu orang lain yang membutuhkan pendanaan tetapi kita tetap menjalankan kehati-hatian dan risiko yang terukur dan terarah. Caranya dengan memberikan pinjaman melalui Akseleran. 


Akseleran merupakan  perusahaan Financial Technology (fintech) Peer to Peer (P2P) Lending yang bertujuan untuk menyalurkan pinjaman usaha dan sudah berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akseleran juga merupakan Platform marketplace yang mempertemukan para pelaku usaha sebagai peminjam (borrower) yang membutuhkan tambahan modal usaha dengan para pemberi dana atau pendana (lender) berbasis website dan aplikasi pada Android dan iOS.


Untuk peminjam, Akseleran dapat memfasilitasi pinjaman usaha kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM)mulai dari Rp200 juta dan maksimal sebesar Rp2 miliar. Sedangkan untuk pendana yang ingin memberikan pinjaman dananya dan sekaligus mendukung pertumbuhan UKM yang sedang membutuhkan tambahan modal usaha dapat dilakukan pemberian dana menariknya tidak harus besar tetapi mulai dari Rp100.000 dengan imbal hasil yang diperoleh hingga mencapai 21% per tahun. 


Mungkin rekan-rekan ada yang bertanya, apakah Akseleran aman?. Jawabannya sebenarnya mudah kalau mengikuti tips  dalam mengembangkan dana di Fintech P2P Lending, yakni : 

1. Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Akseleran sudah berizin dan diawasi oleh OJK dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. Karena jika ada apa-apa maka pemerintah dalam hal ini OJK yang akan menanganinya. 

2. Nilai TKB90. TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara fintech P2P Lendingdalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai dengan 90 hari terhitung sejak jatuh tempo. Nilai TKB90 Akseleran adalah 98,74% (per 22 September 2020) karena semakin tinggi nilai TKB90, maka semakin baik performa P2P Lending tersebut.

3. Manajemen Risiko Fintech itu sendiri. Setiap bisnis atau usaha selalu ada risikonya termasuk platform P2P Lending, tetapi untuk meminimalisir risiko kerugian, di Akseleran memiliki mitigasi risiko tambahan dengan memberikan proteksi asuransi pinjaman. Sehingga jika terjadi pembayaran yang telat bahkan gagal bayar, maka dana pokok yang dipinjamkan akan diproteksi hingga 85%.


Nah sekarang Anda bisa mencoba mengembangkan dana Anda melalui Akseleran. Dengan modal pendanaan mulai dari Rp100 Ribu, bisa mendapatkan imbal hasil hingga mencapai 21% per tahun. 


Anda tinggal memilih perusahaan atau bisnis yang ingin diberikan pinjaman dari Anda. Ada usaha pengadaan bahan material konstruksi, jasa branding, event dan loyalty reward organizer, distribusi peralatan pertambangan, usaha perdagangan keramik, peleburan dan trading metal, usaha EPC Kontraktor, produsen Gas CNG, usaha supply chain FMCG, trading batu bara, dan lain-lain.  


Jika Anda tertarik ingin mencoba pendanaan melalui Akseleran silakan mendaftar di sini https://www.akseleran.co.id/daftar atau menggunakan aplikasi Akseleran yang terdapat di Apple App Store (iOS) maupun Google Play Store (Android). Saat melakukan registrasi jangan lupa masukkan kode promo/kode referral AKSLDIDNO370960 karena Anda akan mendapatkan bonus Rp 100.000. 

Selamat mencoba. 

8:06 PM

 

Official Trailer Legenda Buyut Banjar


Legenda 41 Monyet Banjar mungkin sudah pernah mendengar ceritanya dari orang tua dulu atau secara turun temurun. Tetapi kita belum mengetahui bagaimana cerita menurut Juru Kunci Buyut Banjar Mba Raska. 


Film dokuseries atau dokumenter series ini akan membahas tentang Legenda Buyut Banjar yang menurut cerita, monyet yang ada di Komplek Pemakaman Buyut Banjar ini adalah prajurit dari Cirebon yang dipimpin oleh Pangeran Suryanegara. 


Film garapan Cinema Indramayu yang diperankan oleh Baim (Bayu Kurniawan) dan Komeng (Komara) ini melintas di situs Buyut Banjar yang ada di Desa Bulak Kecamatan Jatibarang kabupaten Indramayu.


Tetapi tiba-tiba Baim menghilang dan ada monyet yang membawa jam tangan Baim. Komeng menangis karena mengira Monyet tersebut adalah penjelmaan dari Baim. Tetapi pada saat Komeng sedang menangis datanglah seorang pria paruh baya mengenakan iket kepala menghampiri Komeng. 


Kemudian dia menanyakan kepada Komeng kenapa menangis?, tetapi lalu Komeng menceritakan kepada pria tersebut bahwa temannya hilang dan berubah menjadi monyet. Saat sedang berbincang tiba-tiba Baim datang. 


Komeng sangat senang karena Baim tidak berubah menjadi monyet. Lalu Baim menceritakan bahwa Ketika dia sedang buang air kecil, jam tangannya diambil oleh monyet dan dibawa pergi. Karena Baim sudah kenal dengan Mbah Raska maka dia memperkenalkan kepada Komeng. 


Setelah itu keduanya meminta penjelasan bagaimana asal-usul 41 Monyet Banjar kepada mbah Raska. Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Mbah Raska keduanya masih penasaran dengan asul-usul prajurit yang berubah jadi monyet tersebut. 


Akhirnya kedua sahabat karib tersebut menemui Sejarawan yakni Dr. Tendi dari Bongas untuk mencari tahu cerita 41 Monyet Banjar tersebut dari kacamata Sejarawan. Di sini Dr. Tendi menjelaskan bahwa cerita manusia yang berubah menjadi monyet bukan hanya ada di Desa Bulak Jatibarang saja tetapi ada di beberapa daerah seperti di Cirebon ada Monyet di Kalijaga, dan Plangon. 


Cerita manusia dikutuk menjadi kera juga sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Musa A.S. Saat itu kaum Bani Israil menjadikan hari Sabtu sebagai hari Istimewa. Kaum Bani Israil berada di rumahnya masing-masing, mereka khusyuk menjalankan ibadah. 




Tetapi pada hari Sabtu tersebut banyak ikan besar dan kecil bermunculan ke permukaan laut. Sehingga mereka meninggalkan peribadahan mereka dan pada hari Sabtu tersebut dihabiskan untuk memancing atau menangkap ikan sehingga mereka lalai terhadap perintah Allah. Kemudian, Allah menimpakan azab kepada mereka. Kaum Bani Israil yang menangkap ikan pada hari sabtu dikutuk oleh Allah. Wajah mereka berubah menjadi kera.


Penasaran dengan keseruan tentang cerita Legenda Buyut Banjar tersebut, jangan lupa saksikan Film Dokuseriesnya di channel Youtube Cinema Indramayu hari Senin 21 September 2020 Pukul 19.00 WIB


Kali ini sudah dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi yang menarik yang membuat channel Cinema Indramayu berbeda dengan yang lain. Karena Cinema Indramayu ingin mewarnai Indramayu dengan sudut pandang sebuah film dan memiliki misi memperkenalkan tradisi, kesenian, budaya, dan tokoh-tokoh dari Indramayu. 


Bagi Anda yang penasaran silakan lihat dulu Official Trailer Legenda Buyut Banjar karya Cinema Indramayu dengan sutradara Fatria Iman Nissa.  



Silakan tonton film Legenda Buyut Banjar Karya CINEMA INDRAMAYU

 
1:47 PM

Tokoh

Informasi

Wisata

Agenda Indramayu