Ana Khairani CEO Start-up Wanita Pertama Dari Indramayu

Tuesday, August 2, 2016
Ana Khairani CEO Start-up Alvalva

Wanita Indramayu itu sebenarnya mempunyai potensi luar biasa, tidak hanya sebagai ibu rumah tangga. Tetapi ada juga wanita-wanita Indramayu ternyata mempunyai kemampuan lebih bahkan bisa menjadi salah satu CEO (Chief Executive Officer) perusahaan Start-up (Rintisan). 

Salah satu CEO wanita yang berasal dari Indramayu yang kini menjabat sebagai CEO dari start-up berbasis aplikasi pertanian bernama Alvalva adalah Ana Khairani. Dia bersama rekan-rekan alumni IPB (Institut Pertanian Bogor) lainnya yakni Faizal Firdaussy sebagai COO (Chief Operating Officer), Maryono sebagai CMO (Marketing), Budi sebagai CTO (Chief Technology Officer) dan Endang S sebagai CFO (Chief Financial Officer). 

Tim Alvalva (Foto FB Ana Khairani)
Alvalva sendiri adalah media forum pertanian yang menghubungkan semua aspek pertanian di Indonesia. Aplikasi ini mengajak penggunanya untuk berbagi informasi mengenai pertanian Indonesia dan Dunia dalam genggaman (transformasi pertanian digital) berbentuk platform Agricommerce dan media content. 

Selain itu Alvalva sendiri bergerak dalam bidang aktivitas penelitian dan pembuatan pewarna alami menggunakan bahan-bahan sampah organik seperti sayur-sayuran dan buah yang memiliki warna-warni alami. Sampah-sampah organik tersebut kemudian di esktrak menjadi micro enkapsulasi hingga menjadi pewarna tekstil alami dan juga pupuk alami. 

Selama ini sampah-sampah basah dari sayur-sayuran dan buah-buahan tersebut sering menjadi masalah di terutama di pasar-pasar tradisional baik di kota besar atau di kota kecil di seluruh Indonesia. 

Rani panggilan akrab Ana Khairani ini adalah CEO wanita pertama dari Indramayu ini berasal dari Karangsinom Kecamatan Kandanghaur Indramayu. Alumni SMA Muhammadiyah Cirebon ini juga aktif mengembangkan pemberdayaan bagi kaum perempuan di Indramayu dengan pembuatan batik organik. 

Salah satu batik organik hasil pewarnaan alami 

Batik organik sendiri tidak seperti batik pada umumya karena menggunakan pewarna tekstil alami yang ramah terhadap lingkungan. Karena tren batik organik terus meningkat maka produknya sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan juga berbagai negara secara online maupun offline. 

Aplikasi Alvalva sendiri rencananya akan dipublikasikan untuk perangkat Android dan iOS. Saat ini aplikasi ini sedang diikutsertakan dalam kompetisi IsoC 2016 (Indonesia Sociopreneur Challenge) dan sudah masuk menjadi semifinalis Idea Stage yang bersaing dengan para changemaker dari berbagai negara lain seperti Tanzania, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. 

Untuk mendukung Ana Khairani bersama rekan-rekannya di Alvalva, inilah cara mendukungnya : 
  1. Pertama buka halaman situs ini 
  2. Kemudian cari Project Name Alvalva 
  3. Setelah itu Anda harus daftar terlebih dahulu dengan cara tekan Voting lalu cari Sign Up to Vote 
  4. Kemudian Isi semua data dari Username, E-mail Address, Password, Confirm Password, dan tekan REGISTER 
  5. Setelah mendaftar Anda tekan link ini muncul tampilan Alvalva Vote Now 
  6. Maka muncul prosentasi hasil voting 
  7. Jangan lupa share menggunakan akun media sosial Anda dan tonton video youtubenya di bawah  ini : 

Mudah-mudahan tim Alvalva bisa menjadi juara dan nama Indramayu akan semakin berkibar dalam bidang aplikasi, start-up, serta pemberdayaan masyarakat.

0 komentar:

Post a Comment test