10 Alasan Orang Indramayu Lebih Suka Menggunakan Motor Daripada Angkot

Saturday, April 18, 2015
Banyak orang Indramayu lebih memilih naik sepeda motor

Alat transportasi sangat dibutuhkan oleh banyak orang, tetapi setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di kota besar banyak orang yang lebih memilih menggunakan mobil pribadi dibandingkan sepeda motor, sementara di kota kecil seperti di Indramayu kebanyakan menggunakan sepeda motor dibandingkan dengan naik angkot (angkutan perkotaan) atau mobil pribadi. 


Selain hemat ternyata sepeda motor juga bisa selap-selip diantara kemacetan lalu lintas yang tidak hanya terjadi di kota besar tetapi terjadi pula di kota kecil seperti di Indramayu karena beberapa faktor seperti kecelakaan lalu lintas, ada hiburan atau hajatan dan lain sebagainya. 


Berikut 10 Alasan orang Indramayu lebih suka menggunakan sepeda motor dibandingkan Angkot

  1. Motor Lebih Hemat. Naik sepeda motor lebih hemat dibandingkan dengan naik angkot atau angdes (angkutan pedesaan), elf dan bus tiga perempat Kopayu. Satu liter bensin bisa menempuh 50-60 km per liter. Jika satu liter harganya Rp.7.400 dan jarak tempuh 50 km saja berarti hanya dibutuhkan uang sebesar Rp.148 perak. Artinya bisa sangat hemat sekali menggunakan sepeda motor dibandingkan menggunakan angkot atau angdes. 
  2. Cicilan dan Kredit Motor Murah. Saat ini banyak orang Indramayu lebih memilih kredit sepeda motor dibandingkan harus naik angkot, angdes, elf atau Kopayu yang ongkosnya bisa mencapai 3.000 - 15.000 tergantung dari jaraknya tidak ada standarisasi yang jelas. Apalagi DP dan cicilannya sangat terjangkau oleh semua kalangan.  
  3. Motor Lebih Tepat Waktu. Menggunakan sepeda motor lebih tepat waktu karena bisa mengatur sendiri kecepatan dan waktu keberangkatannya berbeda dengan naik angkot atau angdes yang waktunya tidak menentu.  
  4. Naik Angkot Sering Ngetem. Angkot, angdes, elf dan Kopayu sangat sering sekali ngetem di terminal atau di pertigaan. Jika seseorang terburu-buru maka sangat tidak memungkinkan naik kendaraan umum tersebut karena waktunya tidak bisa diprediksi. 
  5. Naik Angkot Panas. Naik kendaraan umum di kota atau desa di Indramayu sangat panas karena kendaraannya tidak ada yang dilengkapi dengan AC atau kipas angin sehingga membuat penumpang merasa gerah sehingga enggan mereka naik kendaraan umum tersebut. 
  6. Ongkos Angkot Mahal. Ongkos kendaraan umum di Indramayu terbilang mahal. Untuk jarak dekat, penumpang dikenakan biaya 3.000 sementara untuk yang lokasinya jauh pengemudi biasanya meminta biaya melebihi ketentuaan yang berlaku. 
  7. Supirnya Sering Ngerem Mendadak. Supir angkutan umum di kota lain dan di Indramayu sering ugal-ugalan termasuk berhenti mendadak yang menyebabkan kecelakaan. 
  8. Muatan Melebihi Batas Yang Ditentukan. Sering sekali melihat angkot atau angdes membawa muatan melebihi dari yang ditentukan tidak hanya muatan barang tetapi muatan orang bahkan hingga ke atas mobil.  
  9. Angkot Terbatas Jam Operasionalnya. Angkutan umum di Indramayu terbatas jam operasionalnya tidak sampai 24 jam. Apalagi di pedesaan yang hanya sampai jam 5 sore. Sehingga banyak penumpang angkot atau angdes naik ojek jika sudah sore atau malam hari. 
  10. Banyak Pengamen. Jika naik kendaraan umum biasanya banyak pengamen yang keluar masuk kendaraan tidak hanya di kota besar tetapi di Indramayu pun banyak terutama naik kendaraan seperti angkot dan Kopayu.  

0 komentar:

Post a Comment test