Ini Dia Sutradara Film Asal Indramayu

Sunday, April 21, 2019
Tarmizi Abka (Gambar Kabarindo.com)

Orang Indramayu sebenarnya banyak yang memiliki kemampuan luar biasa di dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang seni. Seni sendiri banyak cabangnya diantaranya ada orang yang menggeluti seni musik, seni rupa, seni tari, seni peran dan lain-lain. 


Salah satu seni yang belum diulas di BloggerMangga adalah seni peran. Indramayu tidak hanya memiliki artis-artis ternama dari Indramayu tetapi juga ternyata memiliki sutradara-sutradara ternama, baik yang sudah dikenal ataupun belum dikenal oleh masyarakat. 

Orang Indramayu tersebut ada yang bermain seni peran, dan ada juga yang sebagai sutradaranya. Tetapi mereka yang membuat film tersebut jarang ada yang dikenal oleh masyarakat khusus Indramayu dan Indonesia pada umumnya. Padahal karya-karya mereka sudah diakui tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. 

Berikut sutradara-sutradara asal Indramayu

Tarmizi Abka 
Dia adalah salah satu sutradara asal Desa Tersana Blok Grabyagan Kecamatan Sukagumiwang Indramayu. Dia mulai terjun ke dunia film sejak tahun 1996, dan baru menyutradarai film indie tahun 2010 itu filmnya kabupaten kuningan, judulnya Arya kamuning. 

Sedangkan untuk film layar lebar mulai tahun 2015 yang berjudul Kalam- kalam langit. Saat itu dia menggandeng artis-artis ternama seperti Dimas Seto, Mathias Muchus, dan Meriza Febriani. Film ini mengambil seting lokasi di Lombok Nusa Tenggara Barat. 

Tarmizi Abka sebenarnya berasal dari pesantren, kemudian belajar secara otodidak. Dia mengikuti produksi di berbagai PH (Production House), kemudian tahun 2002 dia diminta bergabung dengan Hanung Bramantio untuk membantu beliau dalam film Ayat-ayat Cinta, hingga terakhir film Sultan Agung. 

Kemudian dia mulai merintis bisnis film dengan membuka perusahaan sendiri pada tahun 2017 dengan mulai produksi sendiri Film Jejak Cinta. Film layar lebar keduanya ini dia menggandeng artis-artis ternama seperti Prisia Nasution, Baim Wong, Zora Vidianata, Mathias Muchus, dan Della Perez. Film tersebut kerjasama dengan Walikota Singkawang untuk mempromosikan destinasi wisata dan budaya kota Singkawang. 

Taka Widjanarko (Gambar FB Taka Rich)

Taka Widjanarko

Satu lagi sutradara dari Indramayu yang belum banyak orang Indramayu yang mengenalnya. Dia  adalah Taka Widjanarko, pria ini berasal dari Pegagan Losarang Indramayu. Taka telah menyutradarai berbagai film atau sinetron seperti : 

  • Ilffeel ( 2009 )
  • Klinik Tawa ( 2012 ) 
  • Awas Ada Bule ( 2012 )  
  • Super Dede ( 2014 - 2015 ) 
  • Jinny I need you ( 2016 ) 
  • Jin & Jun ( 2016 )
  • Tuyul & Mba Yul Reborn (2016) 
  • Jeany, Soun & Miun ( 2017 ) 
  • Kecil kecil Mikir Jadi Manten ( 2017 ) 
  • Komplek Pengabdi Istri ( 2018 ) 

Keduanya menjadi sutradara secara otodidak tetapi kreativitasnya untuk menghasilkan karya terbaik dan tekad untuk belajarnya dengan sutradara lain yang sangat tinggi hingga berhasil menjadi sutradara seperti sekarang.   

Itulah beberapa sutradara yang berasal dari Indramayu yang karya-karyanya sudah tidak diragukan lagi dan filmnya sudah go Internasional. Mudah-mudahan semakin banyak sutradara berbakat lainnya yang berasal dari Indramayu dan bisa mengharumkan nama Indramayu.

0 komentar:

Post a Comment test