Semarak Tjimanoek Carnival Indramayu

Sunday, October 8, 2017
Tjimanoek Carnival (Dok. Didno)

Hari Minggu pagi tanggal 8 Oktober 2017, Indramayu dibanjiri lautan manusia dari berbagai daerah tidak hanya dari Indramayu tetapi dari daerah lain seperti Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan lain-lain. Bahkan tidak hanya dari wilayah III Cirebon tetapi juga dari kabupaten/kota dan provinsi lain. 

Mereka berbondong-bondong karena ingin menyaksikan artis-artis yang biasa tampil di televisi kini bisa dilihat secara langsung di acara Panggung Gembira Indosiar yang digelar dari pukul 07.00 – 09.30 dari tanggal 7 sampai 8 Oktober 2017.
Kegiatan Baca Buku Gratis (Dok. Didno) 

Karena pengunjung yang sangat banyak sehingga tidak semua orang bisa masuk ke alun-alun Indramayu. Mereka akhirnya menikmati berbagai atraksi yang digelar di bantaran Sungai Cimanuk. Dari mulai membaca buku gratis, menggambar, dan juga ada atraksi seni lukis dari pelukis Indramayu. 
Transformer di Bantaran Sungai Cimanuk (Dok. Didno)
Kehadiran costplayer Transformer menambah semarak anak-anak yang ingin berfoto bersama dengan Robot Transformer. Kehadiran mereka menambah meriah suasana di bantaran Sungai Cimanuk. Selain itu ada juga komunitas pencinta Sugar Glider yang memamerkan binatang peliharaannya kepada pengunjung Sungai Cimanuk. 
Sepeda Air di Kali Cimanuk (Dok. Didno)
Para pengunjung kini bisa menikmati suasana sungai Cimanuk dengan menggunakan sepeda air. Satu sepeda air dapat digunakan untuk dua orang penumpang dewasa atau 4 penumpang anak-anak. Mereka bisa mengitari sungai Cimanuk hingga jembatan Cimanuk. 
Duta besar berkunjung ke Karangsong (Dok. Didno)
Selain para pengunjung yang datang ke Indramayu karena ingin melihat acara Panggung Gembira Indosiar. Ada juga kunjungan 12 duta besar dari negara sahabat ke Indramayu menambah semarak peringatan hari jadi Indramayu ke-490. Mereka mengunjungi beberapa obyek wisata menarik seperti hutan mangrove Karangsong, Rumah Berdikari, Batik Paoman dan tempat lainnya. 
Gadis Ngarot (Dok. Didno)

Siang harinya, pengunjung dimanjakan dengan Tjimanoek Karnival yang menampilkan berbagai upacara tradisi yang ada di Indramayu seperti Ngarot, Mapag Tamba, dan menampilkan seni khas Indramayu seperti berokan, cecek atau jaran lumping, tari merak, dan lain-lain. 
Cecek atau Jaran Lumping (Dok. Didno)
Selain peserta dari Indramayu, Festival Tjimanoek kali ini dimeriahkan oleh drum band dari IPDN, dan peserta dari berbagai kota di Jawa Barat seperti Subang, Majalengka, Cirebon dan Purwakarta dan juga dari provinsi lain seperti Papua, NTT, Jawa Timur dan Bali. 
Grebeg Gedong Gincu (Dok. Didno)
Sayangnya acara ini terganggu dengan tidak tertibnya penonton yang menghalangi jalan peserta karnaval. Selain itu banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan membuat acara ini sesekali tersendat karena jalannya semakin sempit. Semoga di tahun depan, panitia bisa mengatur jalannya karnaval agar lebih tertib lagi.

0 komentar:

Post a Comment test