Salut Melihat Persaudaraan dan Persatuan Orang Indramayu di Negara Lain

Sunday, February 12, 2017
Tenaga Kerja dari Indramayu di Korea Selatan sedang jalan-jalan (Foto Kiriman Abdul Muhorih)

Rejeki jodoh pati iku langka sing weruh ungkapan dalam Bahasa Indramayu yang artinya rejeki jodoh dan mati itu tidak ada yang tahu. Ungkapan ini begitu melekat dalam masyarakat Indramayu dan juga masyarakat Indonesia. 

Mereka tidak ada yang tahu besok kita akan berjodoh dengan siapa, bekerja dan meninggal dimana. Tetapi dalam urusan bekerja, orang Indramayu terkenal dengan kegigihannya bahkan mereka rela harus meninggalkan kampung halamannya berkerja tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri.
Tenaga Kerja dari Indramayu sedang menikmati liburan (Foto Abdul Muhorih)

Saat ini ribuan warga Indramayu bekerja di luar negeri seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hongkong, Singapura, Malaysia, dan beberapa negar lainnya. Mereka bekerja diberbagai sektor dari manufacturing, perkebunan, otomotif, dan lain sebagainya. 
Tenaga kerja Indonesia asal Indramayu sedang wisata keliling Korea (Foto Abdul Muhorih)

Tidak hanya itu banyak juga mereka yang bekerja disektor non formal termasuk menjadi asisten rumah tangga, mengurus balita dan orang jompo. Tetapi mereka dianggap sebagai pahlawan devisa karena setiap bulannya mengirim milyaran rupiah bahkan trilyunan rupiah dari berbagai negara ke Indonesia termasuk ke Indramayu. 

Abdul Muhorih (kiri) sedang berada di basecamp orang Indramayu (Foto Abdul Muhorih)

Tetapi yang membanggakan adalah persatuan dan persaudaraan orang Indramayu di negara lain begitu kuat dan kokoh. Buktinya adalah dengan banyaknya perkumpulan-perkumpulan masyarakat Indramayu di luar negeri, membuat berbagai kegiatan termasuk tenaga kerja yang tinggal di Korea Selatan. 
Salah satu bascamp orang Indramayu Laskar Wiralodra (foto Abdul Muhorih)

Di kota-kota besar di Korea Selatan seperti Kota Ansan dan Daegu yang merupakan kota industri besar di Korea, ada banyak basecamp orang Indramayu. Mereka mempunyai komunitas sendiri seperti Laskar Wiralodra dan lainnya sampai mempunyai struktur organisasi sendiri. 

Mereka biasanya berkumpul pada waktu libur panjang seperti libur Solnal yakni musim dingin dan libur Cusok yakni libur hari panen. Pada saat libur itu semua orang indramayu pada kumpul di basecamp terdekat pada ngobrol, makan-makan, masak makanan khas Indramayu, tidur bareng dan biasanya jalan jalan kelilingi Korea, demikian diungkap Abdul Muhorih TKI di Korea yang berasal dari Indramayu. 
Para pekerja di Korea yang berasal dari Indramayu sedang menikmati jalan-jalan keliling Korea (Foto Abdul Muhorih)
Ketika melihat orang-orang Indramayu di luar negeri begitu akrab persaudaran dan persatuannya kita sangat senang, dan menjadi pemicu untuk kita di daerah sendiri untuk saling bersatu dan jangan ada permusuhan di antara orang Indramayu.

0 komentar:

Post a Comment test