Nasuha, Kepala Desa Pengubah Desa Tertinggal Jadi Desa Terdepan

T. Nasuha Kepala Desa Karangmulya dengan prestasinya

Tahun 2012 yang lalu Desa Karangmulya masih dijuluki sebagai daerah tertinggal karena kehidupan warganya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, tidak memiliki penerangan listrik dan tidak memiliki fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) sendiri. 


Selain itu jalan penghubung antara desa Karangmulya dengan desa lain pun rusak parah apalagi pada saat musim hujan, kendaraan seperti sepeda motor dan mobil tidak bisa melewati jalanan tersebut karena infrastruktur jalanan masih tanah bercampur batu. 


Tapi kini jauh berbeda, desa yang tertinggal tersebut disulap oleh seorang Kuwu (Kepala Desa) bernama Drs. Taubatan Nasuha bersama aparatur desa dan warganya. Nasuha yang merupakan alumni IAIN Sunung Gunung Jati Cirebon ini merasa terlecut ketika desanya disebut menjadi desa tertinggal

Betonisasi Jalan 
Dia bekerja bahu membahu bersama aparat desa dan warganya untuk mengubah desa tertinggal tersebut menjadi desa yang terdepan. Berkat kegigihannya tersebut sekarang desa Karangmulya Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu tersebut menjadi desa terdepan. Ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan sebagai Juara ke-2 P2 WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejajtera) Tingkat Propinsi Jawa Barat. 

Desa ini tentu tidak serta merta meraih predikat desa terdepan. Karena Desa Rancamulya ini telah melakukan pembenahan infrastruktur desanya dengan pengaspalan jalan desa yang semula tidak bisa dilalui kini sudah bisa dilalui walaupun pada musim hujan.

Pengerasan gang-gang dengan paving
Pengerasan gang-gang dengan menggunakan paving beton sepanjang 545 meter, serta pemagaran sepanjang 1 km. Pembenahan tidak hanya sampai disitu, rumah warga yang tidak layak huni dibenahi. Ada sekitar 23 rumah yang dibenahi termasuk pembuatan MCK, pompa air, pemberian fasilitas listrik, dan pemberian kompor gas untuk warga miskin. 

Selain itu ada sekitar 70 rumah yang dicat ulang, pemasangan listrik token sebanyak 60 rumah, pemasangan 23 lampu penerangan jalan, termasuk bantuan 20 mixer yang diberikan kepada kelompok ibu-ibu PKK untuk membantu penghasilan keluarganya. Bantuan tersebut datang dari Pemerintah Desa Karangmulya dibantu oleh OPD (Organisiasi Perangkat Daerah) Kabupaten Indramayu. 

Tidak hanya sampai disitu, bahkan dalam hal yang kecil pun, seperti warga yang tidak memiliki jemuran pakaian, alat kebersihan, tempat pembuangan sampah pun difasilitasi oleh Kepala Desa Karangmulya. Sehingga warga hidup lebih layak dan terjamin kebersihan dan kesehatannya.

Pos Kesehatan Desa Karangmulya
Untuk warganya yang sakit, kini Desa Karangmulya memiliki pos kesehatan desa yang digunakan untuk pengobatan warganya secara gratis. Jika membutuhkan perawatan khusus, desa memiliki mobil siaga yang bisa digunakan untuk membawa warganya ke rumah sakit terdekat secara cuma-cuma. 

Kepala desa Karangmulya ini pun menyiapkan anggaran khusus jika ada warganya yang meninggal dunia untuk membantu proses pemakaman dan mengurangi beban keluarga yang ditinggalkannya. Program kepedulian ini jarangan dimiliki oleh kepala desa atau pemimpin daerah yang lain terhadap warganya.
Kantor Kepala Desa Karangmulya

Mudah-mudahan makin banyak kepala desa di Indramayu yang memiliki sikap dan kepedulian terhadap warganya. Sehingga warganya akan merasakan sendiri kemajuan desanya. 
Description
: Nasuha, Kepala Desa Pengubah Desa Tertinggal Jadi Desa Terdepan
Rating
: 4.5
Reviewer
: Kang Didno
ItemReviewed
: Nasuha, Kepala Desa Pengubah Desa Tertinggal Jadi Desa Terdepan

7 komentar:

Unknown said...

ini desa ku mana desa mu.

muhammad sidik said...

Gimana caranya dptkan dana tersebut? Apakah hanya dgn gotong royong saja??? Tp apapun jempol utk pak kades...mantap.

Pangeran Feri said...

Mantap nih desa karangmulya

Unknown said...

Proses dan kerja yg sangat keras....jempol untuk kades, perangkat desa dan warganya

Unknown said...

Proses dan kerja yg sangat keras....jempol untuk kades, perangkat desa dan warganya

Muhamad Rizky said...

pada bingung dana nya dari mana, asal ga korup semua desa pasti bisa.

Kang Didno said...

coba dibaca dengan teliti disitu ada penjelasan mengenai perolehan bantuan dananya

Post a Comment