Sampyong, Permainan Adu Ketangkasan yang Mulai Dilupakan

Wednesday, August 19, 2015

Sampyong atau Ujungan
Kalau menanyakan kepada generasi muda apa itu Sampyong?, pasti jawabannya tidak tahu. Sampyong merupakan permainan tradisional adu ketangkasan dan kekuatan memukul atau dipukul lawan dengan menggunakan alat yang terbuat dari rotan yang berukuran 60 cm. Nama lain dari Sampyong adalah Ujungan. 


Pemainnya terdiri atas 2 orang yang saling berhadapan dan dipimpin oleh seorang wasit yang disebut Melandang. Melandang juga bertindak sebagai orang yang menyeleksi peserta duel. Kedua pemain Sampyong harus menggunakan tutup kepala yang terbuat dari kain yang diisi dengan bahan-bahan empuk sebagai pelindung kepala dan dinamai balakutak. 


Setelah rotan dberadu, maka dimulailah duel antara kedua peserta, dan melandang (wasit) terlebih dahulu ngibing atau menari mengikuti irama gamelan. Iringan gamelan seruling merupakan perangkat yang tidak bisa ditinggalkan dalam seni Sampyong. Selain itu untuk menarik minat penonton untuk datang, tetabuhan ini juga semakin menambah semangat para penari. 

Biasanya seorang peserta sampyong akan memulai pukulan saat lawannya lengah. Namun uniknya, pukulan ke arah lawan harus disesuaikan dengan ketukan irama gamelan. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk memukul tubuh lawannya dengan rotan sebanyak tiga kali. Permainan diakhiri jika salah seorang pemain sudah dapat memukul lawannya tiga kali. 

Seni tradisional ini dulu sering dipertunjukan ketika musim panen usai. Di beberapa daerah di Indramayu seperti Gabuswetan, Terisi, Cikedung dan daerah lain sering diadakan acara Sampyongan ini. Pesertanya datang tidak hanya dari desa setempat tetapi dari daerah lain untuk menguji kekuatan. 

Walaupun beberapa peserta yang terkena sabetan rotan akan memar dan berwarna biru tetapi pemain dari permainan atau olahraga ketangkasan ini dianggap sebagai jawara karena dianggap memiliki nyali yang besar. Jika Anda takut dengan rasa sakit terkena sabetan hingga merah bahkan lebam kebiru-biruan maka sepertinya permainan ini tidak cocok dengan Anda. 

Tapi sayangnya seni ketangkasan atau permainan ini sudah jarang diadakan lagi. Sehingga generasi muda tidak bisa lagi melihat dan memainkan kesenian atau permainan ketangkasan khas wilayah Indramayu, Cirebon, dan Majalengka ini. 

0 komentar:

Post a Comment test