Masjid-masjid Bersejarah di Indramayu

Sunday, June 21, 2015
Masjid Bondan Kertasemaya (Foto DisbudparJabar)

Indramayu tidak terlepas dari kehidupan beragamanya yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Penyebaran Islam di Indramayu berkat wali Songo khususnya Sunan Gunung Jati dan para alim ulama dari dalam dan luar negeri.


Beberapa peninggalan bersejarah tersebut masih bisa dilihat hingga kini. Bangunan tersebut berupa masjid atau tempat ibadah untuk umat muslim. Di Indramayu ada beberapa masjid yang mempunyai nilai sejarah. Masjid-masjid tersebut masih kokoh berdiri, walaupun sudah mengalami renovasi. 


Berikut masjid-masjid bersejarah di Indramayu :

    Masjid Baiturrahmah atau Masjid Penganten 
  1. Masjid Baiturrahmah atau Masjid Pusaka atau Masjid Penganten di Sindang Indramayu. Lokasi ini tidak jauh dari situs Makam Selawe di Desa Sindang. Masjid ini konon menurut babad dermayu dibangun sejak tahun 1505 Masehi oleh Nyi Endang Dharma dan orang tua angkat Ki Tinggil. Ki Tinggil sendiri adalah ajudan dan juga penasehat Raden Bagus Arya Wiralodra. Masjid ini disebut masjid penganten karena sering dijadikan tempat untuk menikah atau penganten. Masjid ini sudah mengalami beberapa renovasi, yang terakhir dilakukan dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu yakni Yogi S. Memet pada tanggal 6 Oktober 1986 lalu. 
  2. Masjid Darussyajidin Bondan Kertasemaya. Masjid yang terletak di Desa Bondan Kertasemaya Indramayu. Masjid ini memiliki ciri yang unik sebagai mesjid kuno di Indonesia, dengan denah bujursangkar yang telah dikembangkan serta serambi berbentuk panggung. Pada dinding di sebelah selatan dan utara terdapat 6 jendela tanpa daun jendela. Masjid ini dibangun sebagai hasil musyawarah antara Syekh Datuk Khafi dengan masyarakat Bondan. Masjid ini dipercaya oleh masyarakat setempat dibangun dalam waktu 1 malam dan bedugnya dikerjakan keesokan harinya oleh Syekh Datuk Khafi dari kayu sidaguri. Masjid Kuno ini didirikan pada tahun 1414 H. Anda dapat melihat dan menikmati 16 tiang di dalamnya, 4 di antaranya sebagai saka guru yang berdiri di atas tumpukan batu dengan ketinggian yang tidak sama, beratap tumpang satu, dan memiliki memolo pada puncak atap. Sekarang masjid ini memiliki tempat wudhlu dan bale, serambi, dua buah kentongan, dan bagian yang sudah mengalami perluasan masjid. 

0 komentar:

Post a Comment test