Tren Batu Akik Sedang Melanda Indramayu

Thursday, February 26, 2015
Pelajar menggunakan batu akik
Tren batu akik sedang melanda di berbagai tempat termasuk Indramayu. Pengguna batu akik kini tidak hanya orang tua tetapi juga anak sekolah. Di berbagai tempat di Indramayu, hampir setiap hari toko penjualan batu akik, tempat pembuatan cincin batu akik ramai dikunjungi, begitu juga tempat mengasah batunya selalu dikerubutin orang.

Berbagai jenis batu akik kini menjadi buruan orang-orang berduit seperti batu merah delima, combong, panca warna dan lain sebagainya. Harganya dari ratusan ribu bahkan hingga ratusan juta bahkan untuk jenis-jenis tertentu yang langka di pasaran bahkan ada yang dibanderol dengan harga hingga milyaran rupiah.

Bisnis ini tentu menjanjikan bagi sebagian orang seperti tukang asah batu akik, penjual batu akik dan pencari batu akik, karena banyak orang baru yang tertarik untuk menggunakan batu akik, sehingga mereka rela merogoh koceknya untuk mendapatkan batu akik yang diharapkan. Bahkan untuk penggemar batu akik pemula tidak sedikit yang tertipu dengan batu akik yang baru dibelinya karena ternyata palsu atau tiruan. 

Kalau dulu batu akik hanya digunakan oleh para orang-orang tua, tetapi kini tidak sedikit anak sekolah yang menggunakan batu akik, seperti K. Dini Iqbal ini yang memakai batu akik berwarna kuning, dia tertarik menggunakan batu akik karena warnanya yang bagus, bukan karena percaya dengan hal-hal gaib dibalik batu tersebut. 

Temannya juga menggunakan batu akik berwarna coklat karena dia suka dengan guratan-guratan batu akiknya, menurutnya dia menggunakan batu tersebut sebagai trendsetter biar tidak disebut ketinggalan zaman. 

Kini hampir disetiap sudut desa di wilayah Indramayu ada tempat penjualan batu akik, serta tempat untuk mengasah batu akik. Entah tren batu akik ini mampu bertahan berapa lama, tetapi ada beberapa daerah yang menyarankan para pegawainya menggunakan batu akik karena untuk melestarikan budaya nasional dan bisa menjadi devisa bagi bangsa Indonesia jika batu tersebut laku di pasar internasional.

0 komentar:

Post a Comment test